Mengenali Orang Yang Mendapati Syafaat Sumer dari : http://www.jkmhal.com/
Sudah
disinggung sebelumnya hadits Abu Sa’id al-Khudri bahwa Nabi SAW
bersabda, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman berkata, ‘Ya Tuhan
kami, mereka itu adalah saudara kami. Mereka berpuasa, shalat dan
berhaji bersama kami. Kenapa Engkau masukan mereka ke neraka? Allah
berfirman, ‘Pergilah dan keluarkan siapa yang kalian kenal…’”
Diriwayatkan
oleh Muslim sebuah hadits dari Abu Hurairah bahwa Nabi SAW bersabda,
“…Di anatara mereka ada orang yang lewat sampai selamat. Ketika Allah
selesai memutusi di antara hamba-hamba, dan berkehendak untuk
mengeluarkan penghuni neraka yang Dia kehendaki dengan rahmat-Nya, Dia
lalu menyuruh malaikat untuk mengeluarkan seseorang yang tidak pernah
mempersekutukan Allah dengan sesuatu pun diantara orang-orang Islam
yang ingin Dia rahmati. Di neraka Allah mengenali mereka dari bekas
sujud. Api akan membakar manusia kecuali bagian bekas sujud, dan Allah
memang melarang api membakarnya. Mereka dikeluarkan dari neraka dalam
keadaam masih terbakar. Setelah dituangi dengan air kehidupan mereka
tumbuh seperti endapan yang diseret aliran banjir…”
Diriwayatkan
oleh Muslim dari Jabir bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya ada
suatu kaum yang ketika dikeluarkan dari neraka dalam keadaan hanya
terbakar sedikit saja pada bagian wajah mereka, lalu mereka masuk
surga.”
(Pasal 1) Menurut saya, hadits ini merupakan dalil
sangat kuat yang menunjukkan bahwa orang-orang Islam yang melakukan
dosa-dosa besar itu wajah mereka tidak menjadi hitam, mata mereka tidak
biru, dan mereka tidak dibelenggu, seperti yang terjadi pada
orang-orang kafir. Hal itu ditetapkan berdasarkan hadits Abu Hurairah
bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Pada hari kiamat nanti sesungguhnya
syafaat juga akan diberikan kepada orang-orang dari umatku yang
melakukan dosa-dosa besar lalu mati sebelum bertobat. Mereka berada di
pintu pertama neraka jahanam. Wajah mereka tidak hitam, mata mereka
tidak biru, mereka tidak dibelenggu dengan belenggu-belenggu, mereka
tidak berkawan dengan para setan, mereka tidak dipukul dengan godam,
dan tidak dilemparkan ke dasar neraka. Di anatara mereka ada yang
tinggal di dalamnya hanya satu jam kemudian keluar. Di anatara mereka
ada yang tinggal di dalamnya selama sehari kemudian keluar. Di anatara
mereka ada yang tinggal di dalamnya selama sebulan kemudian keluar. Di
anatara mereka ada yang tinggal di dalamnya selama setahun kemudian
keluar. Di anatara mereka ada yang tinggal di dalam neraka adalah
seperti dunia sejak diciptakan sampai hari kefanaannya, yaitu selama
tujuh ribu tahun.” Hadits yang diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dalam
kitabnya Nawadir al-Ushul ini sebenarnya cukup panjang.
Abu
Hamid al-Ghazali dalam kitabnya Kasyfu Ulum al-Akhirta, mengutip hadits
riwayat Abu Nu’aim, mengatakan, “Di akhirat kelak, orang-orang yang
melakukan dosa-dosa besar dari umat Muhammad yang sudah menjadi kakek,
yang sudah menjadi nenek, yang sudah dewasa, yang wanita, dan juga yang
muda, semuanya akan didatangkan. Ketika melihat mereka, Malaikat Malik
penjaga neraka bertanya, “Hai orang-orang yang celaka, kalian ini
siapa? Kenapa aku tidak melihat tangan kalian diikat dengan
belenggu-belenggu dan rantai-rantai? Kenapa wajah kalian tidak berwarna
hitam? Dan hal apa yang terbaik yang pernah kalian lakukan?’ Mereka
menjawab, “Hai Malaikat Malik, kami adalah umat Muhammad yang celaka.
Biarkan kami menangisi dosa-dosa kami.” Malaikat Malik berkata kepada
mereka, “Menangislah, karena tangis kalian sudah tidak ada gunanya.”
Saat
ini banyak orang tua yang sambil memegang jenggotnya berkata dengan
nada menyesal, ‘Aduh masa mudaku...! Aduh lama nian kerugianku...! Aduh
kekuatanku sudah melemah...! Banyak orang dewasa yang mengeluh, ‘Aduh
cobaan ini bakal panjang sekali...!’ Banyak anak muda mengeluh, ‘Aduh
menyesal aku...! 'Dan banyak yang sambil memegang ubun-ubun serta
rambutya juga mengeluh, ‘Aduh, buruk nian nasibku......'
Setelah
hal itu berlangsung selama seratus tahun, tiba-tiba terdengar seruan
dari sisi Allah, ‘Hai Malaikat Malik, masukkan mereka ke pintu pertama
neraka.' Ketika neraka hendak menyiksa mereka, mereka serentak berkata,
‘Tidak ada Tuhan selain Allah.' Sehingga, neraka lalu menjauh dari
mereka selama lima ratus tahun. Mereka kemudian menangis dengan suara
keras. Kemudian terdengar lagi seruan dari sisi Allah, ‘Hai neraka,
azablah mereka! Hai Malaikat Malik, masukkan mereka ke pintu pertama
neraka.'
Pada saat itu terdengar dentang suara lonceng seperti
halilintar yang menyambar. Dan ketika neraka hendak membakar hati
mereka, Malaikat Malik membentaknya berkata, ‘Jangan kamu bakar sebuah
hati yang berisi Al-Qur' an dan iman!' Tidak lama kemudian muncul
serombongan Malaikat Zabaniah dengan memhawa air panas yang siap
dituangkan ke perut mereka. Tetapi, Malaikat Malik membentak rombongan
Malaikat Zabaniyah tersebut seraya berkata, ‘Jangan kalian masukkan air
panas itu ke sebuah perut yang dibuat kosong oleh bulan Ramadhan, dan
jangan sampai ada api yang membakar sebuah kening yang digunakan untuk
bersujud kepada Allah!’ Rombongan Malaikat Zabaniyah lalu mengembalikan
air panas tersebut ke dalam neraka seperti sebuah malam yang sangat
kelam, sementara iman tampak berkilauan di dalam hati."
Semoga
Allah menyelamatkan kita darinya, dan janganlah Allah menjadikan kita
termasuk orang yang masuk neraka dan terbakar di dalamnya.
(Pasal
2). Kalimat ‘Ketika Allah selesai memutusi ..... " dalam riwayat di
atas perlu dicermati dengan seksama. Disebutkan dalam Al-Qur’an surah
ar-Rahmaan ayat 31, "Kami akan memperhatikan sepenuhnya kepadamu, hai
manusia dan jin." Maksudnya, Allah sangat serius dalam mengancam
hamba-hamba-Nya yang kafir sehingga benar-benar menyita perhatian-Nya,
kendatipun tidak ada sesuatu pun yang sampai menyita perhatian Allah,
karena hal itu mustahil bagi-Nya.
Ada yang mengatakan bahwa
makna kalimat dalam riwayat tadi ialah bermaksud. Jadi dengan kata lain
disebutkan, "Ketika Allah bermaksud melaksanakan sanksi hukuman atas
kalian...." Arti kalimat "Allah selesai memutusi di antara
hamba¬.-hamba-Nya ... " ialah selesai menghisab dan mengadili di antara
mereka, karena Allah tidak mungkin disibukkan oleh satu urusan untuk
urusan yang lain. Mahasuci Allah dari hal itu
die *Rahasia Kematian, Alam Akhirat dan Kiamat*
Imam Al-Qurthubi
Mengenali Orang Yang Mendapati Syafaat
Page generated in 0.0065541267 secondsTOP 1 Oli Sintetik Mobil-Motor Indonesia