Biarlah Ku Kembalikan Cinta ini Pada-NYA Assalamu'alaikum.. Postingan ini saya dapatkan saat menjelajah di google.
selamat membaca..
------------------------
Oleh : Ahmad Muhammad Haddad Assyarkhan
"Di
Sini Kita pernah bertemu, mencari warna seindah pelangi, ketika kau
mengulurkan tanganmu, membawaku ke daerah yang baru, hidupku kini
ceria...."
( Untukmu Teman-Brothers)
Matanya
berkaca-kaca ketika laki-laki itu selesai membaca dan merenungi isi
mushaf di tangannya shubuh itu. Dulu sekali laki-laki itu telah pernah
berharap pada seorang perempuan yang dia yakin perempuan itu sangat
mencintai dan menyayanginya, ada kilasan-kilasan di hatinya yang
mengatakan bahwa mungkin dialah sosok yang selama ini dicari...dialah
sosok yang tepat untuk mengisi hari harinya kelak dalam bingkai
pernikahan.
Berawal dari sebuah pertemuan dan terjalinlah
persahabatan. Berdiskusi tentang segala hal, terutama masalah masa
depan ummat islam. Berjalan seiring dalam tugas yang sama membina
ummat. Laki-laki itu sedang berproses menjadi da'i, ya da'i muda yang
di kenal di kota itu. Dan perempuan itu seorang aktivis muslimah yang
juga berkarier sana sebagai seorang Pegawai Negeri Sipil. Perempuan
adalah aktivis muda yang enerjik, cerdas dan tentunya cantik, tidaklah
heran jika menjadi perbincangan kaum adam. Laki-laki dan perempuan itu
bersahabat, erat bahkan sangat akrab, mereka sepasang sejoli yang
mempunyai minat yang sama, cita-cita besar yang sama dan lahan garapan
dakwah yang sama. Sehingga kedekatan itu membawa semangat laki-laki itu
itu untuk terus menggali potensi dirinya sebagai penyeru agama Allah
ini. Kedekatan itu berlanjut menjadi kedekatan yang intens, berbagi
cerita, curahan hati, saling meminta saran, saling bertelepon dan
bersms, yang akhirnya segala kehadirannya menjadikan suatu kebutuhan.
Kesemuanya itu mengatasnamakan persahabatan.
"Pertemuan kita disuatu hari, menitikan ukhuwah yang sejati, bersyukur kehadirat ilahi diatas jalinan yang suci...."
(Doa Perpisahan-Brothers)
Sesungguhnya
di hati masing-masing telah tergores sebuah rasa. Ya .....rasa Cinta
yang begitu dalam. Laki-laki itu begitu sering ke tempat kost
sahabatnya ini, tentunya seizin ibu kost yang juga merupakan ibu angkat
dari sahabatnya ini. Dan kembali mereka saling curhat dan berbagi
cerita. Ada gelak tawa dan canda di sana. Dan perempuan itu tampak
begitu "cinta" kepada sang laki-laki itu, tampak dengan jelas perempuan
itu sering mengunjungi tempat kerja bahkan rumah sang laki-laki.
Perempun itu sangat baik bahkan terlalu baik bagi laki-laki itu. Ia
sering memberi bahkan di saat tidak di pinta sekalipun. Dan selalu siap
kapan saja sang laki-laki itu membutuhkan kehadirannya. Mereka memang
berdua dan selalu berdua, Bersama anak-anak didik mereka. Mereka terus
berdua dan tetap dalam kata persahabatan. Mereka berdua menyimpan rasa
itu, mereka saling menyimpan rahasia hati mereka masing-masing, mereka
berdua baru bisa memperlihatkan pada aktivitas memberi dan menerima.
Sedangkan rasa itu tetap terpendam di lubuk yang paling dalam dihati
mereka masing-masing. Mereka memahami rasa itu tidak boleh terungkap
karena takut terjebak dalam hubungan yang tidak dihalalkan syariat.
Mereka memahami itu dan memegang kokoh nilai-nilai ini. Dan rasa itu
memang hanya ada di hati mereka masing-masing. Hanya Allah dan mereka
sendiri yang tahu kalau mereka saling mencintai.
"Mengapakah
Kita di temukan dan akhirnya di pisahkan, mungkinkah menguji kesetiaan,
kejujuran dan kemanisan iman, Tuhan berikan daku kekuatan....."
(Untukmu Teman-Brothers)
Sampai
suatu hari, laki-laki itu berat hati meninggalkan kota itu meninggalkan
kota kelahirannya itu. Mungkin ini merupakan doanya yang di kabulkan
Tuhan, dimana ketika di sebuah sore dengan kondisi hujan yang sangat
lebat, seakan-akan langit menumpahkan seluruh airnya. Diatas sebuah
sepeda dan dalam keadaan basah kuyup ia memenuhi janji bertemu dengan
perempuan sahabatnya itu. Dan ketika itu ia berdoa sambil berurai air
mata " Ya ALLAH jika sahabatku ini adalah jodoh hamb segerakan
pernikahan hamba dengannya dan permudah urusan pernikahan itu, tetapi
jika bukan jodoh hamba ya Allah, bawalah hamba pergi jauh dari kota
ini".
"Namun kini perpisahan yang terjadi, dugaan yang menimpa diri, bersamalah diatas suratan, kutetap pergi jua....."
(Doa Perpisahan-Broters)
Di
halaman rumahnya. Di saksikan kedua orang tua dan adik-adiknya serta
sahabatnya dia mengucap pamit untuk berlayar ke negeri seberang. Dari
awal sampainya laki-laki itu di tempat tujuan, mereka masih saling
berkomunikasi, sang perempuan begitu memperhatikan keadaan laki-laki
itu, ia menanyakan dimana tinggal dan bagaimana keaadan diri sang
sahabat, dan begitulah cinta, ada perhatian dan kasih sayang. Namun
sayang semuanya masih terpendam. Terpendam di hati yang sangat dalam.
Dari sms dan telpon terlihat jika perempuan itu masih berharap dan
menunggu laki-laki itu kembali ke kotanya. Perempuan itu tetap curhat
dan berbagi cerita tentang kondisi di kota kelahiran laki-laki itu. Ia
bercerita bahwa ia belum bisa menemukan sosok partner kerja seikhlas
laki-laki sahabatnya itu, dan terkadang sebuah harapan agar laki-laki
sahabatnya itu cepat kembali. Dan sungguh, baik laki-laki dan perempuan
itu tidak pernah lagi membuka hatinya untuk yang lain.
" Kini
dengarkanlah, dendangan lagu tanda ingatanku, kepadamu teman, agar
ikatan ukhuwah kan bersimpul padu, kenangan bersamamu, tak akan kulupa
walau badai melanda, walau bercerai jasad dan nyawa..."
(Untukmu Teman-Brothers)
Laki-laki
itu menyadari kalau sebenarnya kepergiannya itu adalah sebuah doanya
yang terkabul. Tetapi hatinya goyah ingin kembali dan menyatakan isi
hatinya pada perempuan itu, ia ingin meminang sang bidadari. Dia ingin
bidadari itu menjadi kekasihnya seumur hidup. Tapi....begitu berat juga
hati agar tidak kembali, dia teringat teman-teman aktivis yang lain
begitu memuji sahabat perempuannya ini, begitu banyak teman-temannya
berharap dapat mempersunting sang sahabat perempuannya ini....Air
matanya jatuh perlahan dalam sujud panjangnya dikegelapan malam... Dia
berjanji untuk melupakan semua kenangan di kota kelahirannya. Dia tidak
ingin mengisi hari- harinya dengan kesia-siaan.
"Lalu bagaimana dengan harapan perempuan terhadap sahabat laki-lakinya ini?
Hingga
suatu ketika di malam sepuluh terakhir ramadhan setahun yang lalu
laki-laki itu mendapat sms yang begitu memilukan hatinya "Abang, Sungguh, adek berharap bisa menjadi bidadari yang mendampingi hidup abang, apapun adanya abang".
Ohhh.....Tuhan, mengapa ini terjadi di saat aku berusaha melupakan
cintaku pada perempuan sahabatnya. Kembali air mata membasahi sajadah
di sholat malamnya.....mengadu kepada sang pemilik cinta untuk
menuntaskan gejolak hati ini. Hingga suatu hari......
Laki-laki
itu mendapat tawaran menikah dari seorang yang tidak pernah di kenal
sebelumnya hanya karena dia sering menulis artikel di www.myquran.com,
begitu berat ia mau menerimanya sedangkan orang yang belum di kenalnya
menunggu jawabannya. Dan akhirnya melalui ustadznya proses ta'aruf,
khitbah dan menikah begitu mudah, lancar dan tidak ada satupun
hambatan. Dan itulah JODOH, yang tidak dapat di pungkiri kebenarannya.
Allah yang memberikan keputusan ini dan berakhirlah drama hati dua
sejoli itu. Sepasang sahabat yang memendam cintanya demi sebuah syariat
yang sangat mereka junjung tinggi.
Tuhan, Aku tidak akan
menyalahkan siapa-siapa, yang salah hanyalah persepsi dan harapan yang
terlalu berlebihan dari kedekatan itu, dan proses interaksi yang
terlalu dekat sehingga timbul gejolak dihati.... Biarlah hal itu menjadi proses pembelajaran dan pendewasaan bagiku untuk lebih hati-hati dalam menata hati," gumamnya pada suatu waktu. Dan begitu juga harapannya pada perempuan sahabatnya, agar bisa menerima keputusan dari ALLAH ini.
Dunia
laki-laki itu kini adalah dunia penuh cinta dengan warna-warna jingga,
tawa-tawa pelangi, pijar bintang dimata istrinya yang menjadi
pendamping hidupnya kini...Sebuh cinta yang suci dialiri ketulusan yang
dianugrahkan ALLAH kepadanya...sebuah cinta yang tidak pernah kenal
surut dan batas, dan yang paling kekal adalah cintanya pada Illahi yang
selalu mengisi relung-relung hati..tempatnya bermunajat disaat suka dan
duka... Indahnya hidup dikelilingi dengan cinta yang pasti.
Adakalanya
ia ingat pada sahabatnya. Apakah sahabatnya ini akan memakinya, tidak,
laki-laki ini yakin sahabatnya tidak demikian, bukankah mereka tidak
pernah saling menucap cinta, mereka tidak pernah berikrar untuk saling
menyayangi sebagai kekasih, Sehingga.... saat bayangan sahabatnya itu
pun hilang begitu saja...dan masih adakah setangkup harapan agar dia
kembali? Laki-laki itu yakin Allahlah yang memiliki taqdir itu,
walaupun terlalu banyak kebaikan sang sahabat ...akan ada seribu kata
terima kasih untuknya demikian juga jika ada kata-katanya yang
menyakitkan hati.... akan selalu ada beribu kata maaf untuknya...."
Sahabatku, Jangan Kau Nanti lagi kehadiranku, bukan berarti aku tidak
mencintaimu, sungguh aku sangat mencintaimu walaupun tidak pernah ku
ungkapkan langsung padamu, biarkanlah ALLAH menjalankan skenarionya,
dan kita hanya menjalankan skenario dari-Nya itu, maafkan aku yang
mungkin telah membuat dirimu menaruh harap, walau tidak pernah terucap
dibibirku, karena kau memang sahabat sejatiku, teman berbagi cerita,
selamat berpisah, doakan aku sahabat agar tetap istiqomah di jalan-Nya,
dan aku akan selalu mengenangmu" Desah Laki-laki itu
"Jikapun
suatu saat nanti ternyata kita tetap di pertemukan dalam cinta kasih
yang suci, jangan dipikirkan semua itu, semuanya Hak Allah, biarkan Dia
saja yang mengaturnya, jangan kau tutup pintu hati untuk yang lain,
terima pinangan lelaki yang shalih dan jangan sekali-kali kau
menolaknya karena kau akan mendapat fitnah karenanya demikian
sebagaimana yang dikatakan Nabi 14 abad yang lalu. Jangan mengorbankan
diri pada hal yang sia-sia sahabatku" Demikian tulinya di Diari.
"Mungkinkah
telah terlupa, Tuhan ada janjinya, bertemu dan perisah adalah matan
kasihnya, andai ini ujian terangilah, tambah kesabaran, pergilah
Jelita..Hadirlah cahaya......"
(Untukmu Teman-Broters)
Masih ada sejuta asa dan makna, yang akan tetap bercahaya, sahabat
"Lalu... bagaimana dengan cinta kita yang dulu pernah ada?
Laki-laki itu berkata "
Biarkan cinta ini kukembalikan kepada pemilik-Nya. Dan tiadalah berdosa
mencintai karena ini fitrah sebagai manusia, Sahabatku, di saat yang
tepat nanti ALLAH telah menyiapkan pengeran cinta untukmu dan tentunya
yang terbaik, biarlah airmata ini mengiringi doa perpisahan
kita....Teruskan Perjuangan.....ALLAHU AKBAR!!
"Teman.......betapa
pilunya hati ini, menghadapi perpisahan ini, pahit manis perjuangan
telah kita rasa bersama, semoga ALLAH meridhai persahabatan dan
perpisahan ini....teruskan perjuangan...."
(Doa Perpisahan-Broters)
"Kan
Kuutus salam ingatanku dalam doa kudusku sepanjang waktu, ya ALLAH,
bntulah hambamu, snyuman yang tersirat dibibirmu, menjadi ingatan
setiap waktu, tanda kemesraan yang bersimpul padu kenangku di dalam
doamu, semoga ALLAH berkatimu....."
(Doa Perpisahan-Broters)
Pesan Penulis :
"
Sebuah Oretan Hati buat mereka yang pernah mengalami hal yang sama,
semoga tulisan ini menjadi pengingat kita, terkadang persahabatan yang
tidak di landasi syariat akan berbuah hubungan yang tidak di halalkan
oleh syari'at, buat seorang sahabat yang pernah menjadi partner sejati
dalam perjuangan dakwahku selama di Kalimantan, teruskan perjuangan,
jangan mengeluh dan temukan lagi sahabat baru yang lebih hebat, semoga
sebuah tulisan "Aku kan tetap Pergi, Bidadari" di komputerku telah antum temukan dan dapat mengambil manfaat dari tausyiahku di sana "
Dedicated For :
Sahabatku
sekaligus adikku Mayang Purwoningrum di Sekolah Tinggi Pertanahan
Jogjakarta (Kalau ada temen Myqers di Jogja mengenalnya sampaikan salam)
Adikku
Sovie Ilmiyati (Vivi) di Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri
(UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Angkatan 2003/2004 (Kak Adi kini
nggak siaran Radio di Ketapang lagi, tapi kini belajar lagi di Bandung,
bagi temen Myqers yang mengenalnya tolong sampaikan salam ana, karena
sudah hampir 2 tahun kehilangan kontak komunikasi)
Sahabatku
Ninin Setyaningsih/Teteh Ninin, yang kini katanya ada di Bandung tetapi
entah dimana (Seorang sahabat perjuangan di KAMMI Daerah Kalbar tahun
2000-2003, alumni Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak
dan kini kabarnya telah menikah di Bandung, Pa Kabar semoga ALLAH
mempertemukan kita lgi dalam bingkai Ukhuwah dan semoga Allah
memberikan keberkahan keluarga yang sedang di arungi, Amin- kepada
temen Myqers yang mengenalnya salamku untuknya)
Ahmad Muhammad Haddad Assyarkhan (Adi Supriadi)
ASSYARKHAN Conseling Centre
Biro Konseling Keluarga dan Remaja Indonesia
Jln. Maleer Selatan No. 51/117 Bandung 40275 Jawa Barat Indonesia
Contact Us at :
Mobile Phone : 081573530788
Home : 022-7318191
Yahoo Messenger : assyarkhan
Email : assyarkhan@yahoo.com,ahmaddinullah@myquran.com
Sumber : http://www.dudung.net/print-artikel/biarlah-ku-kembalikan-cinta-ini-pada-nya.html
Biarlah Ku Kembalikan Cinta ini Pada-NYA
Page generated in 0.0075681210 secondsTOP 1 Oli Sintetik Mobil-Motor Indonesia